Monday, 30 April 2018

Mencintai harus Memiliki?


Dalam hidup kita pasti pernah mencintai sesuatu, baik benda, manusia, maupun negara ini. Dari kecil kita mulai belajar mencintai orang tua, teman-teman, lalu kita mulai mencintai benda-benda yang kita sukai, dan ketika sekolah mulai mengenal Indonesia, kita pun mulai mencintai negara ini.

 

Mencintai benda-benda yang kita sukai memang membuat keinginan untuk memiliki semakin tumbuh. Saya jadi teringat saat motivasi menulis saya dimulai waktu kelas 2 SMA di Jogja. Saat itu tugas dari sekolah mulai menumpuk seperti cucian kotor yang melihatnya saja sudah membuat saya malas.

Dengan berbekal alasan tugas dari sekolah semakin banyak, saya memberanikan diri untuk meminta dibelikan laptop atau netbook kepada orang tua yang pada saat itu mungkin belum mampu menjawab keinginan saya karena biayanya memang tidak sedikit, bahkan terlalu mahal bagi keluarga pas-pasan seperti saya.

Lalu saya pun mengeluarkan sebuah kalimat yang masih saya ingat sampai detik ini, `kalau saya punya laptop, saya pasti akan berkarya dengan giat, dan jika sudah ada hasilnya akan saya berikan ke ibu` jawab saya saat ditelfon Ibu di atap asrama 7 tahun lalu, yang ternyata janji itu semakin dewasa semakin berat untuk dijalankan.

Beberapa bulan kemudian akhirnya orang tua saya membeli sebuah netbook kecil yang bisa saya gunakan setelah saya pulang ke rumah. Saat pertama kali melihatnya, bibir ini langsung tersenyum lebar dan mata sulit untuk berkedip, walaupun waktu itu saya tidak tahu apa-apa mengenai spesifikasi laptop, tapi yang saya tahu itu adalah netbook merek lokal yang dibuat di Indonesia.

Mulai saat itu saya menyukai produk Indonesia dan rasa ingin untuk memiliki itu semakin besar. Sebenarnya dari dulu Ayah saya memang lebih suka membeli produk lokal, dari TV, DVD Player, Speaker, Kulkas, dan lain sebagainya. Entah karena memang suka barangnya atau hanya sebagai bentuk menyalurkan jiwa nasionalisme yang tinggi, tapi menurut saya itu adalah awal yang bagus dan secara tidak langsung saya terinspirasi dengan beliau dalam membeli suatu barang.

Dari segala kemudahan dalam membeli produk di era digital ini, ada kekurangan yang masih terasa di hati masyarakat, yaitu sulitnya menemukan produk unik dan asli di Indonesia.sekarang banyak bertebaran produk-produk yang katanya dari Indonesia tapi didapat dari hasil impor luar negeri. Hal ini membuat masyarakat semakin sulit menemukan produk yang benar-benar hasil karya anak Indonesia.

Tapi di antara semua kesulitan pasti ada kemudahan, kini telah hadir sebuah portal di Internet yang menjual produk handmade dari Indonesia, yaitu Qlapa.com.




Ini tentu bisa membawa angin segar bagi masyarakat yang mencintai produk Indonesia. Dengan hadirnya Qlapa.com, masyarakat bisa membeli produk handmade & kerajinan unik dari pembuatnya di Indonesia. Qlapa seakan menjadi sebuah `Rumah` untuk produk handmade Indonesia.

Tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, Qlapa juga menjual produk handmade Indonesia untuk semua orang, baik orang Indonesia maupun luar negeri. Hal ini membuat suatu kemajuan besar bagi Indonesia karena semakin banyak orang luar negeri yang bisa mengenal produk Indonesia dan dengan mudah membelinya lewat Internet.

Pihak lain yang sangat terbantu adalah para pengrajin produk handmade Indonesia. Dengan hadirnya Qlapa, mereka bisa memasarkan produknya hingga terkenal sampai luar negeri dan tentu hal ini bisa menambah omset penjualan untuk pengrajin.

 

Jadi seberapa cintakah kamu dengan produk Indonesia? mungkin selama ini kita masih menganggap bahwa produk Indonesia kualitasnya masih jauh tertinggal dibandingkan produk impor, dalam beberapa kesempatan memang iya, kita masih menemukan produk yang belum layak, tapi sekarang kita mendapatkan kemudahan dalam membeli produk handmade Indonesia di internet. Tidak harus buru-buru membeli, tanamkan dalam hati bahwa dengan mencintai produk Indonesia kita bisa menghargai karya anak Indonesia dan memajukan perekonomian Indonesia. langkah ini memang terlihat kecil, tapi bisa berdampak sangat besar, bangga bukan?

Dengan mencintai Indonesia, secara tidak sadar kita menumbuhkan `rasa memiliki` dan kepedulian pada negara kita tercinta. Pertanyaan saya kali ini adalah produk Indonesia favorit apa yang pernah kamu miliki dan apa ada cerita unik dibaliknya? silahkan jawab di kolom komentar di bawah ya :)

Friday, 10 November 2017

Cara Ajib Membirukan Langit


Hasil gambar untuk langit biru


“Gue dulu yang nerbangin!”, teriak Rojali kepada adik laki-lakinya. Di pagi yang pura-pura mendung itu, mereka nekat memanjat atap rumah untuk menjajal pesawat drone yang baru didapat dari hasil menang lotre tarik benang di sekolahnya.

“Yaah, tadi kan udah suit gue yang menang, pinjem lah bang!”, bela adiknya yang tak mau mengalah. Suara mereka cukup keras sehingga mengusir burung-burung yang sedang memadu kasih di kabel listrik komplek perumahan ibukota. Abang tukang bubur di seberang rumahnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka yang buat gaduh di pagi hari.

“Udah abang dulu yang nerbangin, kamu kan belum bisa, nanti abang ajarin deh”, jawab Rojali. Akhirnya sang adik pun mengalah sambil tetap mengunyah potongan martabak sisa semalam dengan muka masamnya.

Setelah drone berhasil terbang, Rojali tersenyum, tapi senyum itu perlahan berubah menjadi muka bingung saat menatap layar smartphonenya. Alih-alih mendapatkan pemandangan indah pagi hari, yang mereka lihat sekarang adalah kekecewaan.

Langit Jakarta sudah tidak biru seperti dulu, karena tertutup polusi dari banyaknya asap kendaraan yang kurang ramah lingkungan. Akhirnya kakak-beradik itu pun turun dari atap rumah dengan muka kecewa dan hati yang luka.

Saking kecewanya, mereka lupa menurunkan drone yang masih terbang tak kenal arah. Tiba-tiba drone itu bergerak cepat dan mendarat tepat ke dalam panci tukang bubur tadi. Dengan muka merah dan jidat mengkerut, tukang bubur itu berteriak, “Gue kapok jualan bubur di sini!”.

Lalu ia menendang gerobak buburnya hingga terbalik dan pergi meninggalkan ibu-ibu yang tadi mengantri serta tangisan bayi yang panik dan kelaparan. Dua minggu kemudian, diketahui tukang bubur itu beralih profesi menjadi seorang youtuber yang aktif mereview makanan, terutama aneka bubur di daerah Jabodetabek. – TAMAT.
_____________

Salah satu kebutuhan primer semua makhluk hidup yang ada di bumi adalah udara yang bersih. Baik manusia, hewan, maupun tumbuhan membutuhkan udara dan lingkungan yang bersih untuk tetap hidup.

Tetapi kondisi langit hari ini mungkin sudah jauh dari kata bersih. Langit biru yang dahulu bisa kita lihat di manapun kini hanya bisa kita nikmati di daerah pegunungan dan desa-desa. Langit perkotaan khususnya daerah ibu kota sudah tidak bersih dan sehat. Banyak hal yang bisa menjadi faktor tercemarnya udara perkotaan. Mulai dari berdirinya pabrik-pabrik yang belum menerapkan amdal, pembuangan limbah sembarangan, serta meledaknya jumlah kendaraan yang beroperasi di jalanan.

Dari beberapa faktor tersebut, sebenarnya kita dapat mengatasinya dan menciptakan kembali langit biru seperti dulu dimulai dari diri sendiri, terutama manajemen penggunaan kendaraan pribadi. Sebagai generasi milenial yang lebih mementingkan kualitas untuk hidup untuk masa depan yang lebih baik, kita harus bisa mengubah kebiasaan kita dalam menggunakan kendaraan pribadi, karena mustahil kita bisa mengubah sesuatu dengan menggunakan cara yang sama.

Berikut cara pintar gue sebagai generasi milenial dalam mencoba membirukan langit kembali :


1.       Kurangi penggunaan kendaraan pribadi

 Hasil gambar untuk udara perkotaan
Mungkin banyak yang bilang mustahil karena mereka terpaksa sering menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat kerja. Tetapi untuk generasi milenial tidak ada yang tidak mungkin. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita bisa bekerja di rumah agar tidak terlalu sering keluar menggunakan kendaraan pribadi.

Contoh profesi yang bisa dikerjakan dirumah adalah membuka warung makan, bisnis rumahan, penulis, blogger, vlogger, dan lain sebagainya. Dengan bekerja di rumah, kita bisa meminimalisasi penggunaan kendaraan bermotor menjadi seminggu sekali.

Dalam kesempatan itu kita bisa memanfaatkannya sebaik mungkin dengan berbelanja stok bahan makanan, jalan-jalan, berkunjung ke rumah teman, dan lain sebagainya.

Dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, kita semakin dekat dengan keberhasilan dalam menciptakan langit yang biru dan bersih demi keberlangsungan hidup anak cucu kita.

2.       Mencuri udara bersih

Mencuri udara bersih saat ini biasanya dilakukan dengan memasang AC di setiap ruangan. Meskipun ruangan kita mungkin menjadi dingin dan sejuk, tapi dompet dan rekening kita akan terasa semakin panas karena besarnya tagihan listrik dan biaya perawatan AC. Lagipula AC keluaran lama masih mengeluarkan zat cfc yang bisa mengakibatkan pemanasan global. Daripada terus-terusan menggunakan AC, lebih baik memanfaatkan udara bersih yang masih tersisa.

Udara bersih yang bisa kita hirup biasanya ada antara jam 4 hingga jam 9 pagi. Manfaatkanlah waktu tersebut dengan beraktivitas di luar rumah, bisa dengan olaharaga maupun membersihkan halaman rumah. Tidak lupa membuka pintu dan jendela rumah lebar-lebar agar udara segar bisa masuk ke rumah kita. Walaupun hanya sebentar, hal ini bisa membuat kita tetap bisa menghirup udara segar dan alami menyehatkan.


3.       Merawat kendaraan

Hal yang paling sering disepelekan oleh pemilik kendaraan bermotor adalah merawat kendaraannya. Padahal jika melakukan perawatan rutin kendaraan, banyak pihak yang bisa merasakan manfaatnya, baik pengguna maupun mengendara lainnya.

Kendaraan  yang jarang dirawat akan mengakibatkan rusaknya komponen serta mesin kendaraan yang menimbulkan semakin kotornya limbah yang keluar dari mesin tersebut dan asap dari kendaraan tersebut semaikin banyak. Hal inilah yang menimbulkan kerusakan alam sehingga warna langit sudah tidak biru dan bersih lagi.


4.       Mengganti kendaraan

Di luar negeri sebenarnya sudah ada peraturan masa pakai sebuah kendaraan. Jika kendaraan sudah berumur lebih dari lima atau sepuluh tahun maka wajib diganti dengan kendaraan yang lebih baru. Kendaraan yang lama pun tidak akan dijual lagi dan akan dihancurkan di tempat penghancuran kendaraan lawas.

Di Indonesia mungkin sudah ada peraturan seperti itu, tetapi melihat kondisi perekonomian rakyatnya, tidak semua orang sanggup membeli kendaraan berteknologi lebih baru. Perubahan yang sudah mulai dirasakan adalah hadirnya kendaraan umum seperti bus, kereta yang terbarukan meskipun belum menyeluruh. Ini juga merupakan fasilitas yang bisa kita manfaatkan sebagai bentuk menjaga kebersihan lingkunga.
 
5.       Menggunakan BBM ramah lingkungan

Setelah semua cara diatas dilakukan, yang terakhir adalah menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan seperti Pertamax yang memiliki RON lebih tinggi daripada premium sehingga limbah yang keluar dari kendaraan bisa lebih ramah lingkungan.

Menggunakan BBM pertamax juga sekaligus sebagai bentuk kontribusi kita membantu program pertamina dalam peningkatan kualitas BBM yang lebih ramah lingkungan sehingga membuat udara lebih terjaga, lebih sehat dan langit pun tetap biru.

Ayo Generasi Langit Biru, Birukan langit kita agar masa depa lebih cerah!