Namaku Faruq Abdulhaq



Namaku Faruq Abdulhaq, Aku lahir di kota kecil Rangkasbitung, Banten, Aku anak pertama dari tiga bersaudara, kini Aku tengah berkuliah di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan jarak yang jauh, aku pun jarang pulang dan bertemu keluargaku di rumah, terakhir aku pulang yaitu pada bulan puasa tahun 2016, jadi hampir satu tahun aku tidak pulang, mengingat biaya transportasi kereta yang tidak murah dan aku pun perlu menyelesaikan kewajibanku sebagai mahasiswa semester akhir yaitu membuat skripsi, oleh karena itu dengan kondisi yang seperti ini aku terpaksa menunda kepulangan.
Aktivitasku saat ini aku fokus membuat skripsi, kendalanya sekarang adalah mencari objek penelitian yang mau dan bisa diteliti olehku, aku telah mengunjungi beberapa perusahaan tetapi belum ada yang menerimaku untuk melakukan penelitian di sana, tetapi aku pantang menyerah, aku akan berusaha lagi agar skripsiku segera selesai. Selain kesibukanku sebagai mahasiswa tingkat akhir, aku juga sedang menekuni hobiku yaitu membuat video, khususnya vlog yang menarik, awalnya aku memang lumayan sering membuat dan mengedit video hanya untuk iseng- iseng aja, tetapi lama kelamaan aku tertarik untuk lebih mendalaminya, dengan kemauan, kemampuan, dan kebutuhan, akupun mulai membuat video dan menguploadnya ke YouTube, menentukan jadwal rutin upload, walaupun sesekali vakum karena terkendala kurangnya ide konten, tapi aku tidak menyerah karena hovi membuat video ini ternyata berpotensi untuk beberapa tahun kedepan, karena selain bisa menekuni hobi, kita juga bisa mendapatkan penghasilan dari video yang telah kita buat dan kita upload, ya walaupun awalnya memang berat untuk mendapatkan uang dari youtube karena memang kita dituntut untuk membuat video dengan kualitas yang bagus dan original, tapi hal itu tidak menyurutkan semangatku untuk terus berkarya, karena aku yakin jika kita bersungguh-sungguh maka kita akan berhasil.
Selain itu aku juga berbisnis dengan berjualan donat, aku berjualan pada hari minggu pagi di pasar Sunday Morning sekitar komplek UGM, dengan bermodalkan kepercayaan, aku mengambil donat dari seorang teman, lalu aku menjualnya dengan cara ‘ngider’ di pasar sunmor, awalnya memang berat, karena hari pertama saja sudah sepi pembeli, mungkin usahaku saja yang kurang kuat, mungkin bisa jadi suatu saat donat yang aku jual bisa laris, semoga, dan aku tidak menyerah appalagi menyesal karena telah mencoba, karena dengan mencoba, aku telah berada satu langkah lebih baik dari kemarin, dan aku akan tetap semangat terus untuk menekuninya. Ganbatte.

Comments