Minggu Maringgu



[Minggu, 5 Maret 2017]
Perjalanan hidup tidak selalu mulus, ya, hari minggu yang biasanya di pagi hari aku bersiap untuk berjualan donat di pasar Sunday Morning, kali ini tidak lagi, karena stok donat untuk hari minggu ternyata sedang kosong, sehingga aku tidak bisa berjualan donat hari ini. Sebenarnya semangatku untuk berjualan donat masih ada, walaupun memang minggu kemarin donat yang ku jual di pasar Sunday Morning belum laku satupun, sehingga terpaksa aku makan setengah lusin, dan setengahnya ku setorkan kembali kepada supplier.
Yah, dalam usaha memang tidak selalu langsung membuahkan hasil, terkadang kita perlu fokus pada kualitas yang kita berikan terlebih dahulu dibandingkan mencari untung besar, setidaknya orang-orang sudah tau bahwa aku berjualan donat, hal itu merupakan awal yang baik untuk sebuah langkah pertama. Oleh karena itu aku tidak akan menyerah dan terus berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan.
Hari ini aku melakukan kegiatan yang tidak terlalu spesial, mengedit potongan-potongan video yang dibuat oleh adikku tentang pembuatan minuman Manggo Smoothies, lalu aku satukan, aku beri musik dan beberapa kata-kata, dan jadilah sebuah video, tapi masih ada yang kurang yaitu video pembuka yang aku sendiri yang harus shooting, karena terkendala lingkungan yang bising, maka terpaksa ku tunda pembuatan openingnya, lagipula videonya akan tayang pada hari jum’at, masih lama kok, hehe.
Selain mengedit video, aku juga menyempatkan bertanya kabar ibuku lewat chat, yang ternyata beliau sedang packing bakso goreng untuk dibawa keesokan hari di sebuah acara rapat. Aku ingin sekali membantu namun aku tidak bisa karena jauh. Jadi aku hanya bisa mendoakan semoga dagangan ibuku laris manis dan banyak pesanan, semangat ya bu J.
Setelah itu sekitar pukul 9 pagi aku mencari makan ke luar, dengan mengendarai motor spacy merahku, ku parkirkan motorku di depan sebuah warung mie ayam yang tidak begitu jauh dengan rumah kontrakanku yang ada di maguwo, usai makan mie ayam, aku mencari sesuap nasi lagi ke sebuah warung pinggir sawah yang harganya lumayan murah. Nafsu makanku sedang tak terkontrol karena banyak hal yang ku pikirkan. Mulai dagangan yang kurang laris hingga tugas skripsi yang tak kunjung selesai karena rasa malas yang hinggap setiap ada kesempatan. Lumayan stress memang, tapi daripada pake narkoba, lebih baik melampiaskan ke makanan J.

Comments